Dari sisi Kaido, dirinya juga sangat menyukai Sake bahkan menjadi pemabuk berat.
Sifatnya yang sombong dan kejam membuatnya bisa menjadi beantakan ketika mulai menenggak Sake banyak-banyak.
Kepribadiannya pun berubah total dari Melankolis menjadi penuh harapan dalam hitungan detik.
Baik Kaido maupun Zoro mereka setuju bahwa Mati dalam Pertempuran adalah cara paling mulia bagi seseorang.
Kaido sendiri juga ingin melampaui ketidakmampuannya untuk mati.
Kaido dan Zoro mengetahui kapan mereka harus bertarung dan kapan pertarungan harus dihindari.
Meskipun Jahat, Kaido lebih memilih pertarungan yang adil dan terhormat daripada orang menggunakan tipu daya.
Dari sisi keunggulan, Kaido lebih memiliki Buah Iblis yang memungkinkannya menjadi Naga Raksasa.
Zoro tak memiliki itu, sebuah wawancara dengan Oda Sensei mengatakan bahwa jika Zoro memiliki Uo Uo no Mi, maka dia akan menggabungkannya dengan salah satu pedangnya dengan cara ditelan.
Mungkin Zoro lebih suka menggunakan efek buah iblis ini sebagai partnernya bukan sebagai kekuatan utama karena dirinya lebih memilih untuk menjadi Samurai terhebat di dunia.
BACA JUGA : One Piece : Pertarungan Dahsyat Oden Vs Shutenmaru, hingga Oden jadi Daimyo !