<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ICJR Archives - Sorenamoo</title>
	<atom:link href="https://sorenamoo.com/tag/icjr/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Berita Seputar Anime dan Drama Korea</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2025 07:06:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186531600</site>	<item>
		<title>RUU KUHAP Resmi Disahkan DPR? Ini Daftar Pasal Bermasalah dan Kritik ICJR &#038; Koalisi Masyarakat Sipil</title>
		<link>https://sorenamoo.com/ruu-kuhap-resmi-disahkan-dpr-pasal-bermasalah-dan-kritik-icjr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sorenamoo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 07:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Hukum Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[ICJR]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Legislasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Masyarakat Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan dan Penahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyalahgunaan Wewenang]]></category>
		<category><![CDATA[Peradilan Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[RUU KUHAP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sorenamoo.com/?p=45475</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berada di tahap akhir pembahasan dan dijadwalkan segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Namun, rencana pengesahan tersebut memantik perdebatan publik karena sejumlah pasal dinilai berpotensi menimbulkan masalah dalam praktik penegakan hukum. Sejumlah lembaga advokasi menilai perubahan dalam RUU KUHAP memuat pasal-pasal yang dianggap bersifat karet dan </p>
<p>The post <a href="https://sorenamoo.com/ruu-kuhap-resmi-disahkan-dpr-pasal-bermasalah-dan-kritik-icjr/">RUU KUHAP Resmi Disahkan DPR? Ini Daftar Pasal Bermasalah dan Kritik ICJR &#038; Koalisi Masyarakat Sipil</a> appeared first on <a href="https://sorenamoo.com">Sorenamoo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="234" data-end="561">Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berada di tahap akhir pembahasan dan dijadwalkan segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Namun, rencana pengesahan tersebut memantik perdebatan publik karena sejumlah pasal dinilai berpotensi menimbulkan masalah dalam praktik penegakan hukum.</p>
<p data-start="563" data-end="1046">Sejumlah lembaga advokasi menilai perubahan dalam RUU KUHAP memuat pasal-pasal yang dianggap bersifat karet dan berisiko membuka ruang penyalahgunaan kewenangan oleh aparat.</p>
<p data-start="563" data-end="1046">Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyoroti rancangan undang-undang ini, terutama terkait mekanisme penangkapan dan penahanan.</p>
<p data-start="563" data-end="1046">ICJR menyebut penyalahgunaan wewenang sering terjadi pada praktik lapangan sehingga diperlukan batasan yang jelas dan akuntabel.</p>
<p data-start="1048" data-end="1328">Selain itu, ICJR juga menyoroti aturan penyadapan dan penggeledahan yang dinilai belum memiliki syarat serta ketentuan pembatasan secara tegas dalam RUU KUHAP.</p>
<p data-start="1048" data-end="1328">Kekhawatiran meningkat karena tanpa kontrol hukum yang kuat, kewenangan tersebut dapat digunakan secara sewenang-wenang.</p>
<p data-start="1330" data-end="1527">Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi KUHAP juga menyebut ada sembilan kelompok pasal bermasalah yang berpotensi mengurangi akuntabilitas proses peradilan. Beberapa kritik di antaranya mencakup:</p>
<ul data-start="1529" data-end="2356">
<li data-start="1529" data-end="1577">
<p data-start="1531" data-end="1577"><strong data-start="1531" data-end="1564">Minim akuntabilitas pelaporan</strong> — Pasal 23</p>
</li>
<li data-start="1578" data-end="1651">
<p data-start="1580" data-end="1651"><strong data-start="1580" data-end="1609">Minim pengawasan yudisial</strong> — Pasal 149, 152 ayat (2), 153, dan 154</p>
</li>
<li data-start="1652" data-end="1793">
<p data-start="1654" data-end="1793"><strong data-start="1654" data-end="1688">Upaya paksa tanpa ukuran jelas</strong> — Pasal 85 ayat (1), 88, 89, 90 ayat (2) dan (3), 93 ayat (5), 105 huruf e, 106 ayat (4), 112 ayat (2)</p>
</li>
<li data-start="1794" data-end="1914">
<p data-start="1796" data-end="1914"><strong data-start="1796" data-end="1843">Sidang elektronik tanpa mekanisme akuntabel</strong> — Pasal 138 ayat (2) huruf d, 191 ayat (2), dan 223 ayat (2) dan (3)</p>
</li>
<li data-start="1915" data-end="1966">
<p data-start="1917" data-end="1966"><strong data-start="1917" data-end="1953">Investigasi khusus tanpa kontrol</strong> — Pasal 16</p>
</li>
<li data-start="1967" data-end="2063">
<p data-start="1969" data-end="2063"><strong data-start="1969" data-end="2021">Hak korban dan kelompok rentan belum operasional</strong> — Pasal 134–139, 168, 169, 175 ayat (7)</p>
</li>
<li data-start="2064" data-end="2130">
<p data-start="2066" data-end="2130"><strong data-start="2066" data-end="2100">Standar pembuktian tidak jelas</strong> — Pasal 85–88, 222, 224–225</p>
</li>
<li data-start="2131" data-end="2282">
<p data-start="2133" data-end="2282"><strong data-start="2133" data-end="2185">Ketidakberimbangan dalam proses peradilan pidana</strong> — Pasal 33, 197 ayat (10), 142 ayat (3) huruf b, 146 ayat (4) dan (5), Pasal 1 angka 20 dan 21</p>
</li>
<li data-start="2283" data-end="2356">
<p data-start="2285" data-end="2356"><strong data-start="2285" data-end="2340">Konsep restorative justice disamakan dengan diversi</strong> — Pasal 74–83</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2358" data-end="2663">Sebagai acuan, KUHAP selama ini menjadi pedoman utama prosedur aparat penegak hukum dalam menjalankan kewenangan pidana di Indonesia.</p>
<p data-start="2358" data-end="2663">Oleh karena itu, perubahan terhadap KUHAP dinilai harus dilaksanakan secara hati-hati dengan memperhatikan integritas sistem peradilan serta perlindungan hak warga negara</p>
<p>The post <a href="https://sorenamoo.com/ruu-kuhap-resmi-disahkan-dpr-pasal-bermasalah-dan-kritik-icjr/">RUU KUHAP Resmi Disahkan DPR? Ini Daftar Pasal Bermasalah dan Kritik ICJR &#038; Koalisi Masyarakat Sipil</a> appeared first on <a href="https://sorenamoo.com">Sorenamoo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45475</post-id><enclosure url="https://sorenamoo.com/wp-content/uploads/2025/11/puan-475x267.jpg" type="image/jpeg" length="1" />	</item>
	</channel>
</rss>
