Mustoha Iskandar merupakan salah satu figur penting di lingkungan alumni Fakultas Kehutanan UGM. Ia menempuh pendidikan strata satu pada angkatan 1980 sebelum melanjutkan studi S2 di University of the Philippines Los Baños (UPLB) dan meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran. Tak hanya itu, ia juga mengantongi gelar Sarjana Hukum, menjadikannya sosok dengan latar multidisipliner.
Karier Mustoha mencuat saat ia menjabat sebagai Direktur Utama Perum Perhutani periode 2014–2019. Setelahnya, ia dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 2020. Di luar jabatan korporasi, Mustoha aktif mengisi berbagai forum akademik terkait manajemen, tata kelola, hingga sektor kehutanan.
Nama Mustoha semakin sering muncul di ranah publik setelah kontroversi ijazah Jokowi mencuat. Ia berulang kali tampil memberikan klarifikasi sebagai saksi hidup perjalanan akademik Jokowi selama berkuliah di UGM.
Di sisi lain, Guru Besar Sosiologi Hukum UNJ, Prof. Ciek Julyati Hisyam, sebelumnya mengungkapkan keraguan terhadap keaslian ijazah Jokowi dalam sebuah wawancara di kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (2/11/2025). Ia menyebut bahwa materai berwarna hijau yang tampak pada salinan ijazah Jokowi tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985, yang menurutnya menetapkan warna dasar materai adalah ungu.
Prof. Ciek juga mengaku bahwa selama menjadi mahasiswa dan lulus pada tahun yang sama dengan Jokowi, ia tidak pernah menjumpai materai hijau pada dokumen kelulusan.