
Berdasarkan data dari Media Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tim SAR menemukan berbagai barang milik korban di jalur antara puncak gunung dan Pos 9. Barang-barang tersebut meliputi dokumen pesawat, tablet, buku diari, dompet atas nama Esther Aprilita, sertifikat personel kabin, jam tangan perempuan, ponsel, pouch hitam, kacamata, hingga perlengkapan kosmetik seperti catokan rambut dan pengering rambut.
Sebagian besar barang ditemukan di sekitar serpihan kepala pesawat pada kedalaman antara 300 hingga 500 meter, di area dengan kontur hampir tegak lurus dan didominasi bebatuan.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi dua jenazah dari lokasi kecelakaan. Namun, pihak Basarnas menegaskan bahwa penentuan identitas korban bukan menjadi kewenangan mereka dan akan diumumkan secara resmi oleh tim DVI Mabes Polri.
Proses pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus berlangsung dengan mengandalkan jalur darat dan peralatan mountaineering. Kondisi medan yang ekstrem, kabut tebal, serta cuaca yang berubah cepat menjadi tantangan utama dalam operasi kemanusiaan ini.
Pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan diketahui mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.