Tim SAR gabungan terus mengungkap petunjuk penting dalam pencarian korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berbagai barang pribadi korban ditemukan di medan pegunungan yang terjal, mulai dari nametag, dompet, kartu identitas, hingga serpihan pesawat.
Salah satu temuan penting dilakukan oleh personel SAR, Saipul Malik, saat menyusuri lereng gunung dalam kondisi cuaca buruk berupa kabut tebal, hujan, dan jalur yang licin. Saat berada sekitar 100 meter sebelum titik kepala pesawat, Saipul melihat sesosok jenazah perempuan dalam posisi tersangkut di antara dahan pohon.
Setelah dilakukan pengecekan bersama personel SAR lainnya, diketahui bahwa jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan dan masih mengenakan nametag yang menempel jelas di pakaiannya. Nama pada nametag tersebut terbaca Florencia. Kondisi nametag masih utuh dan tidak rusak, sehingga identitas awal dapat dikenali secara visual.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi luka berat, termasuk patah pada kaki kanan. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam hitam ATR 42-500, celana jeans, dan sepatu hitam. Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan tali karena medan curam dan cuaca ekstrem tidak memungkinkan penggunaan helikopter.

Memasuki hari keempat pencarian, Selasa (20/1/2026), tim SAR gabungan yang melibatkan sekitar 1.200 personel kembali menemukan barang pribadi milik penumpang. Salah satunya adalah sebuah dompet yang berisi identitas atas nama Hariyadi, kelahiran Karanganyar, 5 Desember 1979.
Di dalam dompet tersebut terdapat uang tunai serta foto istri korban. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk emosional yang memperlihatkan sisi kemanusiaan dari tragedi tersebut. Meski demikian, penetapan identitas resmi korban tetap menunggu hasil pemeriksaan tim DVI Polri.
Selain dompet, tim SAR juga menemukan roda pesawat yang terpisah dan patah di lereng Gunung Bulusaraung, mengindikasikan kerasnya benturan saat pesawat jatuh.

Pada hari ketiga pencarian, Senin (19/1/2026) malam, tim SAR menemukan sebuah tas yang berisi dompet dan kartu identitas awak pesawat. Tas tersebut kemudian diserahkan ke Posko SAR AJU Desa Tompobulu pada malam hari.
Di dalam tas tersebut terdapat KTP atas nama Muh Farhan Gunawan, yang tercatat sebagai kopilot pesawat ATR 42-500 dengan alamat di Luwu Timur. Selain itu, ditemukan pula KTP atas nama Dwi Murdiono, awak pesawat yang beralamat di Bogor, Jawa Barat.
Tas yang sama juga berisi dua kartu identitas Airfast Indonesia dan Indonesia Air atas nama Dwi Murdiono, sejumlah kartu debit ATM, uang tunai, serta sebuah pistol flare gun berwarna oranye-hitam yang biasa digunakan sebagai alat sinyal darurat dalam kondisi kritis.
Selain temuan tas tersebut, tim SAR juga membawa sejumlah barang lain ke posko, di antaranya dompet berisi identitas Muhammad Farhan Gunawan dan Dwi Murdiono, STNK atas nama Koharuddin, ransel kecil, tablet, serta beberapa barang yang telah mengalami kerusakan akibat benturan.