One Piece chapter 1171 mengkonfirmasi hal yang tak terduga: Imu bukanlah sosok yang tak terkalahkan.
Di dunia One Piece, ada satu karakter yang misterius dan jelas jahat.
Hingga kini, setiap kali penggemar membicarakan Imu, karakter ini seolah hampir tidak memiliki kelemahan.
Terlebih lagi, Imu adalah sosok yang telah menjalankan dunia dari balik bayangan, dan ini telah berlangsung selama berabad-abad.
Siapa pun yang mencoba menentang karakter ini akan berakhir mati atau mengalami nasib yang lebih buruk.
Setiap kali namanya disebut, semua orang menganggapnya sebagai makhluk seperti dewa yang tak tersentuh dan duduk di atas takhta.
Sepertinya tidak ada yang pernah menantang Imu dan selamat untuk menceritakan kisahnya.
Tetapi perspektif yang dimiliki penggemar terhadap karakter ini akan berubah karena perkembangan yang terjadi di One Piece chapter 1171.
Bab ini diam-diam menghancurkan ilusi itu, bukan melalui pertempuran atau konfrontasi yang mencolok, tetapi melalui sesuatu yang jauh lebih meresahkan: rasa takut.

Imu One Piece Anime
Menurut peristiwa yang terjadi di One Piece chapter 1171, kita melihat Imu tampak terguncang dan terengah-engah.
Melihat postur tubuhnya saat ini, itu tidak terlihat seperti postur seorang penguasa mutlak yang berkuasa; itu adalah reaksi seseorang yang baru saja kehilangan sesuatu yang vital. Dan apa yang hilang dari Imu bukanlah sekadar bawahan, tetapi sebagian dari dirinya sendiri.
Dialog Imu memperjelas hal ini dengan menyakitkan. Harald, Prajurit Raksasa Kuno dan Raja Elbaph, bukanlah sekadar sekutu atau pion.
Dia terikat oleh perjanjian, sebuah kontrak di mana Imu memberikan “keabadian” dan “kekuatan.” Kata-katanya penting.
Kekuatan ini tidak gratis. Seperti yang dinyatakan Imu secara langsung, “Perjanjian ini datang dengan harga yang harus dibayar Mu.”
Ketika Harald meninggal di One Piece, harga itu dibayar dengan penderitaan.