One Piece kini telah memasuki Arc Elbaf, sebuah babak krusial di mana konflik besar melawan Imu dan para Knight of God akhirnya meledak ke permukaan.
Perang berskala penuh tak terelakkan, menyeret seluruh negeri Elbaf ke dalam pusaran kehancuran.
Di pusat kekacauan ini berdiri satu sosok yang paling kontroversial: Pangeran Loki. Ia dikenal sebagai pangeran terkutuk, figur yang diyakini banyak pihak sebagai pemicu kehancuran dunia, terutama karena kekuatan Buah Iblisnya yang digambarkan berada di luar nalar.
Sejak diperkenalkan secara resmi dalam Arc Elbaf One Piece, Oda dengan jelas memberi petunjuk bahwa Loki adalah pemakan Buah Iblis legendaris milik kerajaan Elbaf.
Buah ini diwariskan turun-temurun dalam garis keturunan kerajaan dan diyakini sebagai sumber kekuatan absolut negeri para raksasa.
Dikisahkan bahwa daya hancur Buah Iblis Loki tidak hanya mampu meluluhlantakkan Elbaf, tetapi juga berpotensi menghancurkan seluruh dunia. Karena itulah, Loki kerap disandingkan dengan sosok Dewa, bahkan dalam persepsinya sendiri.
Lebih ekstrem lagi, Loki meyakini dirinya sebagai Dewa Matahari pembawa kehancuran.

Dalam pandangannya, tidak ada satu pun makhluk di dunia One Piece yang dapat menandingi kekuatannya. Keyakinan ini membuat Loki tampil sebagai antagonis yang bukan sekadar kuat, tetapi juga memiliki kompleks ilahi yang berbahaya.
Dalam kilas balik Elbaf terbaru, penggemar akhirnya diperlihatkan momen saat Loki memakan Buah Iblis tersebut. Namun, seperti kebiasaan Eiichiro Oda, detail kekuatannya sengaja disembunyikan.
Sejak saat itu, muncul satu pertanyaan besar di kalangan penggemar One Piece: kekuatan apa sebenarnya yang dimiliki Buah Iblis Loki?
Menariknya, jawaban atas misteri ini sebenarnya telah Oda tanamkan sejak 14 tahun lalu, dalam sebuah arc yang sekilas terlihat sederhana, yaitu Punk Hazard. Petunjuk lama inilah yang kini kembali relevan dan berpotensi menjadi kunci untuk memahami ancaman sejati Loki di Arc Elbaf One Piece.