Dampaknya bukan hanya soal penerangan. Air PDAM juga tidak mengalir di beberapa wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. Fira, warga Krueng Cut, bercerita keluarganya terpaksa mencari air ke masjid setiap pagi. Pada malam hari, kawasan tempat tinggalnya gelap total.
“Listrik dan air itu kebutuhan dasar. Lebih dari seminggu saya bahkan tidak bisa memasak,” katanya.
Keterangan warga tersebut menimbulkan kontras tajam dengan laporan Bahlil kepada Presiden Prabowo. Meski pemerintah pusat mengapresiasi kerja cepat pemulihan, laporan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di berbagai titik.
Presiden sendiri mengatakan pemerintah bertanggung jawab mengatasi setiap kesulitan rakyat. Namun perbedaan data antara laporan resmi dan situasi lapangan membuat warga berharap evaluasi dilakukan agar informasi yang disampaikan lebih akurat.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menunjuk KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai komandan satgas percepatan perbaikan infrastruktur. Ia menegaskan seluruh unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat bekerja bersama.
Namun bagi warga yang masih berhari-hari hidup tanpa listrik, harapan mereka sederhana: lampu benar-benar menyala, bukan sekadar angka di laporan.