Blood Queen Elisabeth disebut-sebut sebagai Progenitor Vampir atau Vampir Kuno yang memiliki kekuatan paling hebat.
Sejauh ini, dia juga dianggap sebagai penguasa terkuat dari Tiga Raja Kota Tanpa Hukum.
Bahkan, dia pernah menghancurkan empat negara hanya dalam tiga hari dan bahkan berhasil mendaratkan serangan pada Shadow.
Seperti vampir lainnya, Elisabeth memiliki kekuatan, kecepatan, ketangkasan, dan indera yang jauh di atas rata-rata manusia.
Hal ini memungkinkan dia untuk dengan mudah menghancurkan, membunuh, dan melawan beberapa ksatria sihir tingkat tinggi sekaligus.
Kekuatan fisiknya cukup kuat untuk mampu menghentikan serangan pedang Slime, dari salah satu “Tujuh Bayangan” di Shadow Garden, seperti Beta.
Dia bisa menahan serangannya hanya dengan menggunakan tangan kosong, bahkan tanpa menerima luka sama sekali.
Elisabeth tidak pernah menunjukkan permusuhan terhadap orang lain, (sejauh yang diketahui).
Meskipun dia adalah nenek moyang vampir yang menakutkan, dan salah satu vampir yang paling kuat.
Namun di bawah pengaruh Bulan Merah, dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri, dan sifat vampirnya yang jahat muncul.
Hal tersebut mampu menimbulkan ketakutan naluriah yang kuat pada setiap individu yang ada di depannya dan mencoba menyerangnya.
Ketika kelompok yang berhasil sampai di Menara Merah melihatnya ketika dia terbangun, mereka dilanda ketakutan dan kesadaran bahwa mereka tidak akan menang melawannya.
Beta menggambarkan Elisabeth sebagai monster yang kekuatannya bahkan hanya bisa ditandingi oleh Shadow.
Pada malam hari ketika “Bulan Merah” muncul, kekuatan dan kemampuan para vampir menjadi lebih kuat, baik untuk vampir normal maupun bangsawan.
Bahkan, Elisabeth diliputi oleh kekuatan sedemikian rupa sehingga dia harus lebih berhati-hati saat “Bulan Merah” tiba.
Blood Queen Elisabeth bahkan bisa menghancurkan 4 negara dalam waktu kurang dari 3 hari karena pengkhianatan bawahannya.
Selain itu, sama seperti vampir lainnya, Elisabeth memiliki kemampuan untuk terbang dan tetap berada di langit.
Saat dia berada di bawah pengaruh Bulan Merah, kemampuan terbangnya menjadi semakin hebat, bahkan bisa menyaingi naga ajaib di dunia lain.
Ditambah lagi, Elisabeth tercatat memiliki kemampuan regeneratif terkuat dari semua vampir yang ada.
Selama jantungnya tidak rusak, dia dapat meregenerasi semua organ tubuhnya yang lain.
Seperti yang terlihat ketika Crimson memasukkan jantungnya ke dalam mayat anak laki-laki yang sudah mati, dan menghidupkannya kembali.
Selama pertarungannya dengan Claire, yang saat itu dirasuki oleh Aurora, seluruh tubuh Elisabeth hancur.
Namun, dia berhasil memulihkan dirinya hanya dengan darahnya sendiri.
Hal ini tentu saja membuatnya pantas untuk disebut sebagai makhluk abadi.
Selain kemampuan pemulihan, Elisabeth juga memiliki kemampuan ofensif yang secara bebas mampu mengendalikan darahnya sendiri.
Dengan menambahkan sihir pada darahnya, dia bisa mengubah bentuk darah itu menjadi tombak, panah, atau tentakel mematikan.
Dan yang terakhir, Elisabeth mampu mengetahui bahwa Shadow adalah Cid Kagenou memalui kemampuan pelacakan yang hebat.
KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL EMINANCE IN THE SHADOW LAINNYA