Di sisi lain, Roby Tremonti menyampaikan pembelaannya.
Dalam sebuah wawancara, ia menegaskan bahwa pernikahan itu benar-benar terjadi dan bukan sekadar klaim sepihak. Ia juga menolak tudingan pemalsuan dokumen yang dialamatkan kepadanya.
Menurut Roby, tuduhan tersebut sangat ia sesalkan. Ia menilai anggapan bahwa dirinya memalsukan surat pernikahan sebagai hal yang tidak masuk akal.
Selain itu, Roby juga membantah keras tuduhan kekerasan dalam rumah tangga maupun aksi membawa kabur anak orang dengan ancaman.
Ia mengaku bahwa pada masa itu dirinya berada dalam kondisi emosional yang buruk dan memilih mundur tanpa memaksa Aurelie untuk tetap bersamanya. Meski harus menanggung berbagai tudingan negatif selama bertahun-tahun, Roby mengatakan kini telah berusaha berdamai dengan masa lalu.
“Kecewa pasti ada, tapi proses move on dari semua tuduhan itu memakan waktu sekitar dua tahun,” ungkapnya.
Kisah yang dituangkan Aurelie dalam Broken Strings pun membuka kembali diskusi publik tentang relasi tidak sehat, manipulasi, serta pentingnya keberanian korban untuk bersuara demi pemulihan diri.
Sumber: TribunBogor