Kedekatan Aurelie dengan Bobby berawal dari cinta lokasi, namun justru menjadi pintu masuk menuju relasi yang penuh tekanan.
Ibunda Aurelie sejak awal mencurigai hubungan tersebut dan menentangnya keras.
Bahkan, sang ibu sempat meminta bantuan ke KPAI dan Komnas Perlindungan Anak karena khawatir putrinya mengalami manipulasi psikologis.
Meski demikian, pengaruh Bobby disebut begitu kuat hingga pada 2011 keduanya dikabarkan menikah secara diam-diam tanpa restu keluarga.
Aurelie mengaku dipaksa menandatangani dokumen pernikahan saat usianya baru menginjak 18 tahun.
Hubungan itu ia jalani di bawah tekanan hingga akhirnya isu kekerasan dalam rumah tangga mencuat dan berujung pada perpisahan di tahun 2013.
Setelah itu, Aurelie memilih kembali tinggal bersama orang tuanya demi memulihkan kondisi mental dan emosionalnya.
Namun, persoalan status pernikahan tersebut tak serta-merta selesai. Selama bertahun-tahun, isu apakah Aurelie pernah menikah atau tidak terus menjadi perdebatan publik.
Aurelie secara tegas membantah label janda yang sempat disematkan padanya.
Ia menunjukkan dokumen Status Liber yang diperolehnya setelah berkonsultasi dengan pastor di Gereja Katedral Bogor dan gereja di Cibinong.
Surat tersebut menyatakan bahwa pernikahan yang dimaksud tidak sah secara administratif gereja, sehingga ia dianggap tidak pernah terikat pernikahan secara legal.
“Status Liber itu pada intinya menyatakan bahwa saya tidak pernah menikah dan tidak memiliki ikatan pernikahan apa pun,” ujar Aurelie sembari menunjukkan dokumen tersebut.