Saga Terakhir One Piece benar-benar terasa seperti puncak dari semua yang selama ini dibangun Eiichiro Oda. Setelah puluhan tahun menanam misteri, Oda kini mulai membuka satu per satu lapisan terdalam dunia One Piece: para dewa, kekuatan legendaris, hingga sosok yang bahkan mampu menyaingi simbol kebebasan itu sendiri alias Dewa Matahari Nika.
Di tengah semua itu, satu nama menggema paling keras dari tanah para raksasa: Loki, Pangeran Terkutuk dari Elbaf.
Bagi penggemar lama, Loki bukan sekadar karakter baru. Ia adalah perwujudan teror, mitologi, dan ambisi kehancuran yang sejak lama hanya hidup dalam teori fandom.

Loki dan Ragnir One Piece (Mangaplus by Shueisha)
Seperti diketahui, Nika adalah Dewa Matahari dan dikenal sebagai tokoh pembebasan. Nika, yang kini menjelma di tubuh Monkey D. Luffy, adalah sosok yang membawa tawa, kebebasan, dan kehancuran bagi penindas. Luffy, melalui Hito Hito no Mi Model: Nika, mewarisi semangat ini dan menjelma menjadi Nika lewat Gear 5 miliknya di Wano.
Namun Elbaf memperkenalkan perspektif baru yang jauh lebih kelam.
Loki dengan lantang menyebut dirinya sebagai Dewa Matahari yang akan mengakhiri dunia. Pernyataan ini bukan sekadar provokasi. Dalam mural, dialog, dan kilas balik Elbaf, Nika digambarkan bukan hanya sebagai pembebas, tetapi juga sebagai Dewa Penghancur. Di sinilah Loki berdiri sebagai antitesis Luffy: matahari yang membakar, bukan menghangatkan.