Dandadan Chapter 221 telah dirilis, dan dimulai tepat setelah Okarun mengajak Momo berkencan.
Belakangan ini, bab-bab dalam seri ini telah bergeser dari yang penuh aksi menjadi lebih fokus pada perkembangan romantis antara kedua karakter utama.
Judul bab ini adalah Konflik Ken, dan seperti namanya, kita dapat melihat dilema yang dihadapi Okarun karena ia ingin proaktif tentang perasaannya tetapi tidak ingin terlihat seperti orang aneh.
Bab ini sangat menekankan kesalahpahaman, perasaan yang terluka, dan absurditas khas Dandadan, sambil diam-diam meletakkan dasar untuk ancaman besar berikutnya.
Semuanya dimulai dengan Momo secara terbuka menolak ide untuk berkencan. Ia langsung menolak tanpa berpikir panjang.

Selain itu, dalam Dandadan Chapter 221, dia semakin mempertegas tuduhannya dengan menuduhnya sebagai seseorang yang mungkin memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu.
Namun kenyataannya, dia bingung dan akhirnya mengatakan hal-hal yang menyakitkan seperti itu. Itu berlebihan, tidak adil, dan secara tidak sengaja lucu, tetapi kerusakan emosionalnya nyata.
Okarun, yang jelas terguncang dan putus asa agar tidak terlihat seperti itu, segera menarik kembali ucapannya dan mengklaim bahwa dia “hanya bercanda” sebelum pergi dengan marah.

Adegan ini sedikit pahit karena dia menghargai penolakan tersebut dan mulai mempertimbangkan kembali keinginannya untuk terbuka tentang perasaannya.
Penting untuk dicatat bahwa Dandadan Chapter 221 menangani konflik internal ini dengan sangat dewasa, menunjukkan Okarun menyadari bahwa niat baik tidak menghapus waktu yang buruk.